Politik Partai Anak Muda yang Tidak Menarik Kaum Milenial

partai politik anak muda
Politik Partai Anak Muda yang Tidak Menarik Kaum Milenial - Partai dan Politik memang menjadi dua sisi yang saling bergandengan. Tatkala kaum milenial dan anak muda memutuskan untuk membuat partai politik demi menghadapi tahun politik ini, maka ada beberapa catatan penting yang bisa dilakukan untuk memberikan penilaian kita terhadap partai ini. ya, PSI.

Tadinya saya simpati dengan hadirnya Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang membidik segmen anak muda yang kini jumlahnya 40 persen penduduk Indonesia. PSI diharapkan bisa menjadi ajang dan ruang berpolitik yang kreatif, cerdas dan dinamis hingga jadi pejuang aspirasi anak muda.

Namun sepak terjangnya belakangan ini bikin enek. PSI terjebak dalam permainan politisi tua hingga jadi barang tertawaan karena keluguannya tapi sok jago.

PSi ditertawakan karena susunan kabinet era Jokowi periode kedua. Padahal pilpres belum berlangsung. Jadi kesannya cari sensasi karena gak ada kerjaan dan gak ada isu yang diomongin.

Seterusnya, PSI jabanin omongan gak mutu pakde Fadli Zon yang nakal dan genit. Dicolek dikit sama pakde Zon, PSI berasa kegelian kayak kenak uler bulu. Tsamara yang berasa gatel langsung ngevlog jelek-jelekin Putin bukan pakde Fadli Zon dengan narasi dan intonasi ala Doraemon. Model rambutnya banyak dicela anak muda, " Gadanta banget." Walhasil, PSI kerepotan liat beruang merah gerah. Pakde Fadli Zon ketawa kepingkel-pingkel liat bocah PSI blingsatan.

Kirain PSI insyaf akan kebodohan dan keluguannya bermain diombak politik. Tapi nyatanya tidak. PSI komen soal fiksinya profesor S1 gerung. Gak ditanggepin sama profesor fiktif. Gak dianggep.

Terakhir, PSI bikin rilis soal partai setannya Amin Rais yang memperlihatkan partai anak muda ini pikiran dan strateginya orang tua. Yang gampang sewot, nyinyir jauh dari kesan " cool" nya anak muda. Padahal anak muda gak perduliin sampah-sampah politik kayak gitu.

PSI justru melupakan ceruk suara yang bisa diambil dalam pileg dan pilpres. Mereka adalah ratusan ribu siswa SLTA yang saat ini kecewa dengan soal UNBK yang mengada-ada. Kemendikbud ngaku bikin soal lebih susah untuk ngukur daya kritis dan kreatif siswa. Kebijakan ini jelas ngawur karena dicangkokkan seenaknya dalam sistem pendidikan yang kelasnya cuma setara dengan kejar paket C.

Bro and sis PSI kagak ada suaranya. Gak bela mereka yang sebenarnya cerdas tapi dikadalin orang tua. Padahal mereka sangat potensial diajak pilih PSI. Dan anak muda yang kecewa itu harus mereka bela.

Tapi PSI cuekin mereka. Apa PSI takut dikata ngelawan pemerintah? Apa takut dikatain anti Jokowi? Takut dikatain cebong murtad?

Harusnya kan PSI bisa jadi penyalur aspirasi dan keresahan mereka serta maju kedepan tuding sistem yang gak beres itu. Gak beres lo pak Muhajir.. berani gak PSI ngomong kek gitu? Jangan cemen dong..

Abis itu PSI kasih dong pelatihan coding, ngoprek android, bikin konser, lomba tari atau musik, bikin bazaar produk kreatif anak muda. Atau bikin bimbingan belajar gratis biar lulus ujian universitas bahkan bea siswa. Jadi PSI keliatan mukanya bela anak muda.

Bukan kayak sekarang. PSI gak beda sama partai orang tua. Yang doyan nyinyir kayak emak-emak gambreng. Gak mutu sama sekali.

Kalo PSI gini terus, yakin deh elo elo pada bro and sis bakal ditinggalin anak muda.

Jangan heran kalo elo deketin mereka dan bilang, "Eh bro and sis.. gue dari PSI nih.. " Kelompok anak muda bakal liat elo sambil pasang muka najis banget dan tereak,," GABUTTT.."

Dan teriakan itu langsung diikutin ledekan saru temen-temennya" .. PSI.. Partai Gabut.. Partai Garuk Ehem...ehem.." Mau lo digituin..?

Demikian postingan mengenai Politik Partai Anak Muda yang Tidak Menarik Kaum Milenial kali ini, semoga bermanfaat buat anda. Postingan ini bersumber dari status facebook yang bernama Budi Setiawan. Terimakasih terlah berkunjung

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel